Kamis, 29 September 2016

Nara Masista Rakhmatia Diplomat Muda Dan Cantik RI

👏👏👏👏👏👏 Beri tepukan yang gemurooohhh 👏👏👏👏👏👏

Nara Masista, Diplomat Muda RI
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Wajah Nara Masista yang tidak kalah cantik dengan artis film, sederet prestasinya dan pengalamnnya dan umurnya yang masih muda itu membuat banyak orang mengidolakannya. Bahkan tidak sedikit netizen yang berkomentar "kalau cari istri yang seperti ini".
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Tapi mungkin agan2 harus sedikit kecewa karena sepertinya diplomat cantik yang pernah bersekolah di SMA 70 Jakarta ini sudah punya pasangan
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Tapi Kalo Agan Ditarik Paksa Seperti Gambar Diatas Apakah Agan Menolak?
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Nara Masista, Diplomat Muda RI yang cantik ini merupakan alumni FISIP UI jurusan Hubungan Internasional.
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Nara Masista Rakhmatia juga pernah menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan Center for East Asia Cooperation Studies.
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Nara Masista Rakhmatia kemudian melanjutkan studinya di University of St. Andrews pada tahun 2009-2010 dan kemudian di Georgetown University pada tahun 2012.
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Nara Masista Rakhmatia memiliki kompetensi dalam hubungan internasional dan Juga diplomatik, 
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Nara juga mahir dalam berbahasa Inggris 
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
dan Mandarin lho.
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Nara Masista Rakhmatia menurut banyak netizen dan juga TS tentunya, adalah seorang wanita muda yang cantik, pintar, berani dan meawan. 
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Tidak salah rasanya dia ditunjuk sebagai juru bicara Indonesia dalam Sidang Umum PBB, karena memang sederet prestasi dan pengalaman yang dimiliki wanita ini.
Perhatian Nara banyak terfokus pada isu-isu seputar kesenian dan kebudayaan,
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
anak-anak, 
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
hak sipil dan aksi sosial, pendidikan, HAM, politik, penanggulangan kemiskinan, layanan sosial dan gender empowerment.
Sumur Info
Foto :


Nara Masista Rakhmatia (33) memang hanya bertugas membacakan pernyataan tegas pemerintah Indonesia di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa. Dia membacakan protes keras Indonesia atas tudingan pelanggaran HAM oleh enam negara di Kepulauan Pasifik yakni; Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga.

Namun sikap Nara saat membacakan pernyataan Indonesia itu menuai pujian. Guru Besar Hukum Internasional dari niversitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana adalah salah satu yang memuji perempuan yang saat ini menjabat Sekretaris Dua Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB.

Menurut Hikmahanto, Nara menunjukkan kualitasnya menjadi 'juru bicara' pemerintah. "Harus diakui dengan suara yang tegas
dan bahasa Inggris yang lancar seolah penutur asli (native speaker)," tutur Hikmahanto melalui keterangan tertulis, Kamis (29/9/2016).

Seperti apa profil Nara Masista?

Nara Masista Rakhmatia sejak April 2016 lalu menjabat sebagai Sekretaris Dua Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB. Sebelumnya selama Januari 2014 sampai Maret 2016 dia menjabat Sekretaris Tiga PTRI. Diplomat berusia 33 tahun itu adalah lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun.

Nara menyelesaikan pendidikan S1 di FISIP UI jurusan Hubungan Internasional dan lulus tahun 2002. Sebelum terdaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Luar Negeri, berturut-turut sempat menjadi asisten dosen di FISIP UI dan peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies.

Semua lembaga itu berada di bawah naungan FISIP UI. Lulusan SMA 70 Jakarta itu juga aktif menulis sejumlah jurnal terkait kebijakan luar negeri. Penempatan pertamanya di Kemlu adalah di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika.

Hikmahanto mengatakan, Nara telah berhasil menunjukkan bahwa diplomat muda Indonesia mampu tampil dengan prima di kancah internasional. Sudah selayaknya para diplomat muda di Kementerian Luar Negeri diberikan kepercayaan untuk mewakili Indonesia di forum dunia.

"Nara telah menunjukkan betapa diplomat berusia muda pun mampu tampil dengan prima mewakili Indonesia. Untuk itu diplomatmuda perlu diberikan porsi untuk lebih banyak berperan dalam fora internasional. Seperti Nara, para diplomat muda tidak akan engecewakan saat mereka diberi kepercayaan," kata dia.
https://m.detik.com/news/berita/3309842/mengenal-nara-rakhmatia-diplomat-muda-yang-bacakan-sikap-tegas-ri-di-pbb

Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Berbicara tegas soal posisi Indonesia atas tudingan pelanggaran HAM di Papua, membuat Nara Masista Rakhmatia dikenal. Diplomat muda Nara memang sudah dipersiapkan untuk menjadi pembicara perwakilan Indonesia di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
"Diplomat kita ini sudah disiapkan secara matang, termasuk bagaimana posisi kita ketika menanggapi hal-hal yang berkembang di sidang (PBB)," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanatha Nasir kepada wartawan di Workroom Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI
Kemlu melalui Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB sudah menyiapkan jawaban atas sorotan negara-negara di Kepulauan Pasifik yang menyebut adanya pelanggaran HAM di Papua. Persoalan HAM di Papua ini disinggung pimpinan pemerintahan Kepulauan Solomon dan Vanuatu yang didukung oleh Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga.

Faktanya sambung Arrmanatha, negara-negara tersebut memanfaatkan isu separatis untuk dibawa ke forum PBB. Selain itu, para 'pengkritik' sambung dia dengan sengaja mengesampingkan pembangunan infrastruktur di Papua yang tengah dikebut pengerjaannya. 

"Pembangunan di Papua cukup maju, tapi negara-negara ini (Kepulauan Pasifik) menyoroti hal-hal yang separatis. Itu lah kenapa kita membuat statement itu. Statement itu disampaikan oleh diplomat Indonesia dengan sistem yang matang dan telah dibahas di Kemlu," sambung dia.

Dalam pernyataan resmi RI yang dibacakan dalam sidang umum PBB, Nara menegaskan komitmen Indonesia terhadap HAM. Kalimat penutup jawaban yang dibacakan Nara juga mengutip pepatah "Ketika seseorang menunjukkan jari telunjuknya pada yang lain, jari jemarinya secara otomatis menunjuk pada wajahnya sendiri" sebagai sindiran balik kepada negara-negara Kepulauan Pasifik. 

"Benar yang Nara bilang, kalau kamu nunjuk orang berarti kamu menunjuk diri kamu sendiri. Yang disampaikan Nara adalah tegas, siapa pun yang menyampaikan adalah tegas. Ini masalah NKRI," tutur Arrmanatha.
https://m.detik.com/news/berita/d-33...-kedaulatan-ri
Kemlu: Diplomat Muda Nara Rakhmatia Tunjukkan Ketegasan Kedaulatan RI


Spoiler for Tegas

Di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa, Indonesia melalui juru bicaranya Nara Masista Rakhmatia memprotes keras tudingan negara-negara di Kepulauan Pasifik yang mengkritik catatan HAM di Papua. Mereka yang menuding Indonesia itu adalah Perdana Menteri Kepulauan Solomon dan Vanuatu yang didukung oleh Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga.

Melalui pernyataan resmi yang dibacakan Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Nara Masista Rakhmatia, Indonesia menilai apa yang dilakukan enam negara di Kepulauan Pasifik itu telah melanggar Piagam PBB. Padahal salah satu agenda utama Sidang Umum PBB kali ini adalah untuk membahas implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs). 

Namun negara Solomon, Vanuatu, Nauru, Marshall, Tuvalu dan Tonga justru mencampuri kedaulatan negara lain dan melanggar 
integritas teritorial. 

"Para pemimpin tersebut malah memilih untuk melanggar piagam PBB dengan mengintervensi kedaulatan negara lain dan melanggar 
integritas teritorial," kata Nara saat membacakan tanggapan resmi pemerintah Indonesia di Sidang Umum PBB, Rabu 
(28/9/2016) kemarin. 

Nara menyebut negara-negara tersebut punya agenda tersendiri dan menggunakan forum Majelis Umum PBB untuk mengalihkan 
perhatian dari masalah politik dan sosial dalam negeri mereka.

Berikut ini protes keras pemerintah Indonesia atas tudingan enam negara kepulauan Pasifik di Sidang Umum PBB
:


Tuan Presiden 

Indonesia hendak menggunakan hak jawab kami terhadap pernyataan yang disampaikan Perdana Menteri kepulauan Salomon dan Vanuatu, yang juga disuarakan oleh Nauru, kepualau Marshall, Tuvalu dan Tonga Terkait masalah Papua, provinsi Indonesia.

Indonesia terkejut mendengar di mimbar, mimbar yang sangat penting ini di mana para pemimpin bertemu di sini untuk membahas implementasi awal SDGs, transformasi dari tindakan kolektif kita dan tantangan global lainnya seperti perubahan iklim, di mana negara pasifik yang akan paling terdampak, para pemimpin tersebut malah memilih untuk melanggar piagam PBB dengan mengintervensi kedaulatan negara lain dan melanggar integritas teritorial. 

Kami menolak mentah-mentah sindiran terus menerus dalam pernyataan mereka. Itu jelas mencerminkan ketidakpahaman mereka 
terhadap sejarah, situasi saat ini dan perkembangan progresif di Indonesia termasuk di provinsi Papua dan Papua Barat serta manuver polotik yang tidak bersahabat dan retoris. 

Pernyataan bernuansa politik mereka itu dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok sparatis di provinsi-provinsi tersebut 
yang begitu bersemangat terlibat mengganggu ketertiban umum dan melakukan serangan teroris bersenjata terhadap masyarakat 
sipil dan aparat keamanan. 

Jelas pernyataan yang dibuat oleh negara-negara itu benar-benar melanggar tujuan dan maksud piagam PBB dan melanggar prinsip hukum internasional tentang relasi persahabatan antar negara serta kedaulatan dan integritas teritori suatu negara.

Kami ulangi. Itu sudah melanggar kedaulatan dan integritas teritori satu negara. Hal itu sangat disesalkan dan berbahaya bagi negara-negara untuk menyalahgunakan PBB termasuk sidang umum ini.

Negara-negara ini sudah menggunakan Majelis Umum PBB untuk mengajukan agenda domestik mereka dan bagi beberapa negara untuk mengalihkan perhatian dari persoalan politik dan persoalan sosial di negara mereka. 

Negara-negara itu juga menggunakan informasi yang salah dan mengada-ada sebagai landasan pernyataan mereka. Sikap negara- negara ini meremehkan piagam PBB dan membahayakan kredibilitas Majelis ini. 

Tuan Presiden 

Komitmen Indonesia terhadap HAM tak perlu dipertanyakan lagi. Indonesia adalah anggota Dewan HAM PBB. Indonesia sudah menjadi anggota dewan tersebut selama tiga periode dan saat ini menjadi anggota untuk keempat kalinya.

Indonesia adalah penggagas komisi HAM antar pemerintah ASEAN dan komisi independen OIC. Indonesia sudah meratifikasi delapan dari sembilan instrumen utama HAM. Semuanya terintegrasi dalam sistem hukum nasional kami dibanding dengan hanya empat negara kepulauan Salomon dan lima negara oleh Vanuatu. 

Indonesia ada di antara segelintir yang memiliki rencana aksi nasional HAM dan saat ini generasi keempat dari rencana tersebut dari 2015-2019. Indonesia memiliki KOMNAS HAM yang aktif dan kuat sejak tahun 1993 masyarakat sipil yang aktif dan media yang bebas.

Indonesia juga merupakan negara demokrasi yang dewasa di dalam fungsi-fungsinya. Dengan demokrasi yang begitu dinamis bersama dengan komitmen sangat tinggi terhadap promosi dan perl;indungan HAM di semua level. 

Hampir-hampir mustahil pelanggaran HAM terjadi tanpa diketahui dan diperiksa. 

Tuan Presiden

Kami tegsakan kembali ada mekanisme domestik di tingkat nasional di Indonesia juga di tingkat provinsi di Papua dan Papua Barat. 

Di pihak kami Indonesia akan terus memberi fokus yang tepat pada pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat dan untuk kepentingan terbaik bagi semua. 

Sebagai kesimpulan tuan presiden, ada pepatah di kawasan Asia pasifik.

Ketika seseorang menunjukkan jari telunjuknya pada yang lain, jari jemarinya secara otomatis menunjuk pada wajahnya 
sendiri.
https://m.detik.com/news/berita/3309674/ini-pernyataan-keras-ri-yang-dibacakan-nara-rakhmatia-di-sidang-pbb




Tidak ada komentar:

Posting Komentar